BELAJAR SAMBIL BERMAIN

Minggu, 28 Februari 2010

Dengan memahami arti bermain bagi anak , maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa bermain adalah suatu kebutuhan bagi anak. Dengan merancang pelajaran tertentu untuk di lakukan sambil bermain, maka belajar sesuai dengan tuntutan taraf perkembangannya.

Bahkan kalau kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, ada satu tahap perkembangan yang berfungsi kurang baik dan ini tidak akan terlihat secara nyata segera, melainkan baru kelak bila ia sudah remaja. Ada 2 hal yang terkait dengan masalah ini yaitu ;

1.Perkembangan kognitif anak pada umur ini menunjukkan bahwa ia berada pada taraf pra-operasional sampai pada tahap operasi konkrit. Cirri-ciri pada tahap ini di tandai oleh childhood education, adalah perkembangan bahasa dan kemampuan berfikir memecahkan persoalan dengan menggunakan lambang tertentu. Makin ia memasuki tahap perkembangan operasional konkrit, maka makin mampu ia berfikir logis, meskipun segala sesuatu pelajaran yang bersifat formal belum menjadi suasana yang di akrabi secara alamiah. Makin lama usia fase operasi konkrit, secara bertahap ia memasuki operasi formal.

2.Hal yang kedua berkaitan dengan fungsi otak kita. Seperti di ketahui kedua belahan otak kita, kiri dan kanan, memiliki fungsi yang berbeda-beda. Belahan otak kiri memiliki fungsi, cirri dan respon untuk berfikir logis, teratur dan linier. Sedangkan belahan otak sebelah kanan terutama di kembangkan untuk mampu berfikir holistic, imaginative dan kreatif. Bila anak belajar formal ( seperti banyak hafalan) pada umur muda, maka belahan otak kiri yang berfungsi linier, logis dan teratur amat di pentingkan dalam perkembangannya dan ini sering berakibat bahwa fungsi belahan otak sebelah kanan yang banyak di gunakan dalam permainan terabaikan. Akibatnya menurut penelitian , maka anak yang di perlakukan seperti ini, kelak akan tumbuh seiring dengan memiliki sikap yang cenderung bermusuhan terhadap sesame teman atau orang lain. Hal ini pertumbuhan mental kurang sehat.

Jadi belajar sambil bermain bagi anak kurang lebih 4 – 7 tahun adalah suatu condition sine qua non, bila mau tumbuh secara sehat mental dan bahkan sampai dengan umur 13 – 14 tahun bermain adalah penting bagi anak.

Pembaca Lain Juga Menyukai artikel di bawah ini :

0 comments:

Poskan Komentar

Saran dan Kritik sangat di butuhkan untuk meningkatkan kualitas blog ini di masa depan

cari artikel cepat

SPONSOR

komentar terbaru

Kirim Artikel ke email anda

Masukkan alamat Email Anda, dan dapatkan update terbaru dari blog duniaedukasi.net

Delivered by FeedBurner

bank soal

Mari Bertukar Link